Jumat, 28 Maret 2014

CERITA KESEDIHAN SEEKOR ANJING KAMPUNG YANG LUCU

Anjing kampung tak selamanya jelek dan kotor, tergantung bagaimana kita memeliharanya dan merawatnya, bila perlu didandani, dimandikan, dikasih makan yang banyak, jangan sampe makan ee tetangga, hehe...
Neh ane punya anjing kampung gan, awalnya cuma buat jagain rumah dari orang orang iseng dan jahil, temasuk jagain rumah dari para maling-maling kampung.

Tapi anjing yang lebih anjing lagi yaitu orang yang tak punya hati udah matiin anjing ane, bukan tanpa alasan sob, dugaan awal sih anjing ane terkena penyakit Distemper, lama kelamaan mengarah kegejala Parvo virus sampe ane pontang panting cari dokter hewan, untungnya ada kawan yang profesinya drh, tapi gak sampe disitu ane malah kasihan lihat anjing ane gak mau makan, cuma bisa liatin bosnya aja. Kasihan juga karena sebisa nya udah ane buat untuk kesembuhan si anjingku yang malang ini.

dari mulai cari air kelapa muda, bela belain di gunung tempat ane tinggal susah amat carinya, trus beli obat di apotek, kasih minuman cprite, kasih susu encer, kuning telur ayam kampung, sup hewan kaki empat, macam dah, sampai bagaimana perjuangan membawa nya kerumah drh yang lumayan jauh dari rumah.... tapi gak ada perubahan, hanya saja semakin mengerti arti dari tatapan mata anjing ini yang seakan akan mengatakan "sudah lah tuanku yang baik, terima kasih sudah menjaga dan merawat aku sampai saat ini"

Banyak kenangan sama anjing ku yang malang ini, sampe sampe dia sabar nemani ane didepan laptop seharian, sambil coba membuat gerakan-gerakan yang seakan akan mengajak untuk bermain hehe.

Singkat cerita dalam jangka tiga hari sejak mulai tampak sakit, sikopo nama anjing ane tadi akhirnya mati dengan keadaan yang betul-betul memprihatinkan, mulut mengeluarkan buih berwarna putih, kurus karna gak mau makan sama sekali.

Satu yang membuat perasaan sangat haru yaitu disaat pagi hari masih bisa lihat anjing ini, walau sesekali dia mencoba berdiri unutuk mencoba menghampiriku, dan aku hanya bisa melihat sambil berdoa agar anjing ini sembuh, tapi ternyata keadaannya semakin parah dan sama sekali tak bisa bergerak, hanya tatapan matanya yang menunjukkan isyarat kalau dia tak tahan lagi akan sakit yang dirasakannya, jujur karena aku sayang sama anjing peliharaanku ini, aku berdoa agar saat itu juga agar Tuhan segera memanggilnya, "saat ini juga ya Tuhan, aku sudah rela dan ikhlas, bawalah anjing ini", karena terlalu egois rasanya bertahan mempertahankan agar anjing ini bisa sehat kembali.

"Kopo pergilah,... sambil meneteskan air mata yang tak terasa keluar seakan akan mengiringi kata demi kata untuk kepergiannya, "Kalau kau memang sayang pada kami disini, maka pergilah kau ya kopo! aku udah rela, pergilah kau anjing jelek-jeleku! , krena kau takkan pernah mati dan selalu ada di hati kami."

Sumpahhh,.... saat itu juga dia memaksa atau terpaksa menggonggong untuk yang terakhir kalinya, dan dia pun pergi, sikopo telah mati, dan takkan kembali



 Eh ternyata dugaan selama ini salah, sikopo mati karena diracun ama tetangga sebelah yang iri hati, karena tanpa disadari dia pernah cerita sama orang yang ternyata adalah teman ane sendiri.
Kalau yang ane tau sih setiap ane pulang kerja tuh anjing langsung kubukakan pintu pagar keluar rumah dan langsung kehalaman rumah tetangga cuma mau antar kencing and ee nya doang, hehe mungkin sitetangga sinting itu dah capek ngejar-ngejar anjing ane dengan gayanya membawa parang ya, haha lucu lo kawan.

Kalau dari awal ane tau dia yang udah buat mati anjing kesayanganku, udah kusate dia itu, tapi sabar aja Tuhan ada buat balaskan perbuatannya itu.



Jadi buat teman-teman, saudara setanah air kalau punya anjing itu dijaga dan dirawat baik baik, dan buat orang-orang yang tak suka dengan anjing peliharaan tetangga tolong jangan maen racun aja bos ya, bilangin sama yang punya anjing agar mengawasi anjing peliharaannya tsb.

Kan sedih juga kalau punya peliharaan mati nya juga gak wajar, apalagi dikasih racun.

Thanks buat pembaca, ini kisah nyata hanya untuk membagi pengalaman ber peliharaan terhadap seekor anjing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar